Dalam kehidupan kita sehari-hari, kebanyakan kita dalam menghadapi
suatu rintangan ataupun tantangan selalu ditanggapi dengan sikap dan
pikiran yang negatif.
Mengapa hal ini bisa terjadi?
Ini
disebabkan karena pengaruh sikap dan pikiran negatif yang begitu besar
sehingga seolah-olah pikiran kita sulit untuk diarahkan ke arah positif.
Mari kita simak, bayangkan dan renungkan cerita berikut ini.
Pada suatu perjalanan kereta api yang sangat jauh sekali hingga memerlukan waktu tempuh selama 20jam perjalanan.
Tentu
perjalanan ini akan sangat melelahkan kita.
Disela-sela perjalanan yang
panjang dan melelahkan, tampak dua orang anak yang berumur 3 tahun dan 5
tahun didampingi oleh ayahnya.
Kedua anak tersebut bermain dan berlarian hingga berteriak-teriak kesenangan.
Tentu ini sangat mengganggu kita maupun penumpang yang lainnya yang sudah kelelahan dan ingin beristirahat.
Ayahnya membiarkan kedua anak tersebut untuk bermain dan berlarian kejar-kejaran.
Ayahnya juga tidak menegur kedua anak tersebut untuk berhenti bermain karena mengganggu penumpang lain untuk beristirahat.
Maka tampaklah sikap jengkel dan marah dari penumpang lainnya melihat ayahnya membiarkan anaknya bermain hingga berteriak.
Tetapi dibalik kesenangan kedua anak tersebut, sebenarnya ada cerita sedih yang menimpa keluarga ini.
Ayahnya
pun menjelaskan kepada penumpang lainnya, bahwa ayahnya tidak tega
untuk menghentikan keceriaan kedua anaknya, yang kesempatan lain sangat
mengganggu penumpang yang lain.
Kedua anak tersebut telah berduka dan sangat terpukul dengan meninggalnya ibu kesayangan mereka dua hari yang lalu.
Baru hari ini ayahnya melihat muka keceriaan kedua anaknya sehingga tidak tega untuk menghentikannya.
Saat
itu juga, perubahaan yang sangat drastis dari tiap penumpang yang
awalnya merasa marah dan jengkel, berbalik menjadi iba dan kasihan.
Malahan ada yang ikut bermain mendampingi kedua anak tersebut.
Mengapa
bisa demikian drastis perubahan sikap penumpang?
Inilah yang saya
katakan kebanyakan kita selalu diliputi oleh sikap dan pikiran negatif
dalam menghadapi suatu rintangan dan tantangan.
Sikap kedua anak tersebut yang mengganggu penumpang lain ini saya ibaratkan rintangan atau tantangan yang kita hadapi.
Kebanyakan dari kita akan bersikap dan berpikiran negatif terhadap kelakuan kedua anak tersebut yaitu berupa marah dan jengkel.
Tetapi setelah mendapat penjelasan dari ayahnya, maka sikap positif kita baru muncul.
Kita
tidak akan bisa maju dan sukses apabila setiap rintangan dan tantangan
selalu ditanggapi dengan sikap dan berpikiran negatif.
Berubahlah
mulai dari sekarang untuk selalu bersikap dan berpikiran positif untuk
setiap hal yang terjadi. Latih pikiran kita untuk tetap berpikir
positif.
Apabila pikiran negatif kita muncul, segera
sadari dan pertama - tama katakan kepada diri kita sendiri untuk berpikir
positif, selanjutnya arahkan pikiran kita ke arah yang lebih positif.
Selalu untuk bersikap dan berpikir positif walau untuk hal-hal yang kecil.
Dengan sikap dan berpikir positif, maka secara tidak langsung kita telah mengurangi stress dan beban pikiran kita sendiri.
Ahad, 28 Disember 2014
-
Saya lupa kunci keamanan (password) Sandi dapat direset dengan menggunakan utilitas FlashAir Buka utilitas FlashAir. Pilih "Peng...
-
Ibrahim Pasha dikenal sebagai Pargali Ibrahim Pasha ketika ia dinobatkan sebagai Wazir Agung, mengganti Piri Mehmed Pasha pada 1523. Jabata...
Entri Populer
-
Kesetiaan itu adalah hal yang paling penting dalam hubungan, Tanpa kesetiaan hubungan yang bernamakan cinta hanya akan sangat menyakitka...
-
Bayi super besar Muhammad Akbar Arya Risudin masih menjadi pusat perhatian. Selain didatangi warga dari berbagai kota di Sumatra Ut...
-
Ustadzah : Saya tak Pernah Menolak Hukum Poligami ! Jamaah Pria : ( Terdegar Suara Ribut ) Wah, Hebat Nih Ustadzah : Saya juga Tida...
-
kebiasaan ini harus anda hindari. Mungkin anda sendiri tidak menyadarinya karena sudah menjadi kebiasaan anda sehari-hari. Apa saja 7 ke...
-
Teka-teki Binatang 01. Bebek apa yg jalannya selalu muter ke kiri terus? Bebek dikunci stang 02. Kenapa Bebek goreng enak rasanya? Kare...
-
1. Hematlah dalam mengeluarkan uang anda, cerdaslah dalam mengelola uang yang telah anda hemat. 2. Hemat membuat anda tidak kekurangan uang,...