Saat saat bahagia kita tidur terlelap di pangkuan ibu
Ibu tak bergerak demi kita, lantaran takut kita terbangun.
Senyum ibu menghantarkan tidur nyenyak kita.
Terima kasih ibu…
ibu juga berusaha menyayangi kita, dengan penuh cinta. Ibu tak pernah
menularkan deritanya kepada kita, karena ibu tak mau kita merasakan
derita apa yang saat ini ibu rasakan.
Ibu selalu memberi senyum kehangatan saat ku tatap sekalipun terluka.
Aku menangis dipelukan ibu, aku merasakan derita ibu dengan batinku. Aku tak mampu berbuat apa-apa, karena aku masih kecil.
Terik matahari menyengat ibu, ibu mencoba melindungi aku..
APAKAH KITA TAHU SAAT KECIL, IBU SELALU MEMBELAI DAN MEMBERI SENYUM KEHANGATAN DIBALIK DERITA IBU, DIBALIK LUKA IBU?
MENGAPA KITA TIDAK PERNAH MENYADARI SEMUA, SAAT KINI KITA SUDAH TUMBUH BESAR ?
AKANKAH TETAP LUPA DENGAN JASA DAN PENGORBANAN IBU?
“Ibu… Cintamu Tak Pernah Pudar Oleh Ajal”
“ibu cintamu tak pudar dengan ajal
Kasih sayangmu banyak telah kau berikan padaku
aku belum dapat membalas budi baikmu ibu
tapi kini aku harus berpisah
bukan rasa sakit karena tembakan dan meriam yang kini ku rasa
tapi belaian kasih hangatmu telah membalutku, damai dekapan ibu dalam deritaku terimakasih ibu
ibu..tulusnya hatimu kau usap darah ini, kau bersihkan, kau
peluk dan cium aku..tapi.. aku.. tak mampu lagi merasakan kehangatan
ini, perutku sakit ibu!!
mungkin ini ajalk
darah ini menjadi saksi betapa kasihmu tak pernah padam padaku..
maafkan aku ibu..sekali lagi, maaf ibu, aku sayang Ibu
aku juga sayang adik, jaga adik yaa bu..laailaahailallah”
terkadang kita baru menyadari
besarnya kasih sayang ibu terhadap kita
akan terasa di saat ibu sudah tiada
besarnya kasih sayang ibu terhadap kita
akan terasa di saat ibu sudah tiada
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan
menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu
dengan sebaik-baiknya
Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai
berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu
mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah‘ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia
Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah:
Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.“
















