Ngengat atlas (Attacus atlas) adalah ngengat terbesar di dunia dengan bentangan sayap 25-30 cm. Jenis ngengat ini banyak ditemukan di wilayah Asia Selatan, Asia Tenggara termasuk Indonesia, dan Papua Niugini.
Fotografer asal India, Sandesh Kadur, baru-baru ini berhasil mengabadikan keindahan ngengat ini lewat kamera.
Saat berjalan pagi hari melewati
wilayah Arunachal Pradesh di timur laut India, ia melihat ngengat
raksasa ini tengah bertengger di tepi lubang jalan.
Kadur pun mengambil
kamera untuk memotret hewan tersebut.
Seperti hendak menunjukkan kecantikannya, ngengat raksasa itu pun memajukan tubuh dan melebarkan sayapnya agar bisa terlihat sebaik mungkin. Peristiwa ini berlangsung beberapa menit.
Seperti hendak menunjukkan kecantikannya, ngengat raksasa itu pun memajukan tubuh dan melebarkan sayapnya agar bisa terlihat sebaik mungkin. Peristiwa ini berlangsung beberapa menit.
Seperti dideskripsikan New
Scientist, Rabu (29/2/2012), ngengat raksasa itu tampak memukau.
Corak
yang mencolok pada sayapnya menunjukkan keinginan spesies itu untuk
menakuti mangsa, persis seperti strategi ular berbisa.
Selesai
memotret, Kadur berpikir bahwa ngengat itu tak aman berada di jalan
raya.
Ia memutuskan untuk memindahkan ngengat yang sering dianggap
menyeramkan tersebut ke tepi jalan.
Ngengat raksasa dewasa tak
memiliki hidup yang panjang, hanya punya kesempatan sebentar untuk
bereproduksi.
Saat akan bereproduksi, ngengat betina mengeluarkan aroma
yang disebut feromon untuk menarik pejantan. Telur ngengat raksasa
membutuhkan 8-14 hari untuk menetas.
Saat menjadi kepompong, jenis
ngengat ini dimanfaatkan untuk produksi sutra.
