Selasa, 24 April 2012
Cinta Kakak Terhadap Adik
Cinta Antara Adik dan Kakak
Roy Angel adalah ustadz miskin yang memiliki kakak seorang milyuner
Pada tahun 2009, ketika bisnis minyak bumi sedang mengalami puncak
kakaknya menjual padang rumput di Texas pada waktu yang tepat dengan harga yang sangat tinggi
Seketika itu kakak Roy Angel menjadi kaya raya
Setelah itu kakak Roy Angel menanam saham pada perusahaan besar dan memperoleh untung yang besar.
Kini dia tinggal di apartemen mewah di Jakarta dan memiliki kantor di Di sana
Seminggu sebelum Hari raya, kakaknya menghadiahi Roy Angel sebuah mobil baru yang mewah dan mengkilap
Suatu pagi seorang anak gelandangan menatap mobilnya dengan penuh kekaguman
"Hai.. nak" sapa Roy Anak itu melihat pada Roy dan bertanya "Apakah ini mobil Tuan?
"Ya, jawab Roy singkat
"Berapa harganya Tuan?
"Sesungguhnya saya tidak tahu harganya berapa"
Mengapa Tuan tidak tahu harganya, bukankan Tuan yang punya mobil ini?
Gelandangan kecil itu bertanya penuh heran
"Saya tidak tahu karena mobil ini hadiah dari kakak saya"
Mendengar jawaban itu mata anak itu melebar dan bergumam
"Seandainya, seandainya
Roy mengira ia tahu persis apa yang didambakan anak kecil itu.
Anak ini pasti berharap memiliki kakak yang sama seperti kakakku
Ternyata Roy salah menduga, saat anak itu melanjutkan kata-katanya :
Seandainya, seandainya saya dapat menjadi kakak seperti itu
Dengan masih terheran-heran Roy mengajak anak itu berkeliling dengan mobilnya
Anak itu tak henti-henti memuji keindahan mobilnya
Sampai satu kali anak itu berkata, "Tuan bersediakah mampir ke rumah saya ? Letaknya hanya beberapa blok dari sini"
Sekali lagi Roy mengira dia tahu apa yang ingin dilakukan anak ini
Pasti anak ini ingin memperlihatkan pada teman-temannya bahwa ia telah naik mobil mewah, pikir Roy
OK, mengapa tidak, kata Roy sambil menuju arah rumah anak itu
Tiba di sudut jalan si anak gelandangan memohon pada Roy untuk berhenti sejenak
"Tuan, bersediakah Tuan menunggu sebentar? Saya akan segera kembali
Anak itu berlari menuju rumah gubuknya yang sudah reot
Setelah menunggu hampir sepuluh menit, Roy mulai penasaran apa yang dilakukan anak itu dan keluar dari mobilnya, menatap rumah reot itu
Pada waktu itu ia mendengar suara kaki yang perlahan-lahan
Beberapa saat kemudian anak gelandangan itu keluar sambil menggendong adiknya yang lumpuh
Setelah tiba di dekat mobil anak gelandangan itu berkata pada adiknya :
"Lihat..seperti yang kakak bilang padamu, Ini mobil terbaru, Kakak Tuan ini menghadiahkannya pada Tuan ini.
Suatu saat nanti kakak akan membelikan mobil seperti ini untukmu"
Bukan karena keinginan seorang anak gelandangan yang hendak menghadiahkan mobil mewah untuk adiknya yang membuat Roy tak dapat menahan haru pada saat itu juga
tetapi karena ketulusan kasih seorang kakak yang selalu ingin memberi yang terbaik bagi adiknya
Seandainya saya dapat menjadi kakak seperti itu
Kisah ini diambil dari sebuah kisah nyata yang ditulis dalam sebuah buku :
"Stories for the family's heart" by Alice Gray.
-
Saya lupa kunci keamanan (password) Sandi dapat direset dengan menggunakan utilitas FlashAir Buka utilitas FlashAir. Pilih "Peng...
-
Ibrahim Pasha dikenal sebagai Pargali Ibrahim Pasha ketika ia dinobatkan sebagai Wazir Agung, mengganti Piri Mehmed Pasha pada 1523. Jabata...
Entri Populer
-
Kesetiaan itu adalah hal yang paling penting dalam hubungan, Tanpa kesetiaan hubungan yang bernamakan cinta hanya akan sangat menyakitka...
-
Tips Memaafkan Pacar yang Selingkuh Agar Tidak Selingkuh Lagi, Apakah pasangan Anda layak mendapatkan kesempatan kedua setelah mengkhianati...
-
Pertanyaan Pria Yang Membuat Wanita Kesal Aneh tapi nyata, faktanya memang demikian, ketika seorang pria menanyakan 'jam berapa ini? ...
-
Bayi super besar Muhammad Akbar Arya Risudin masih menjadi pusat perhatian. Selain didatangi warga dari berbagai kota di Sumatra Ut...
-
Siapa bilang keindahan akan negeri dongeng hanya ada di film atau cerita fiktif saja? Bagi yang sering melakuka...
-
Ustadzah : Saya tak Pernah Menolak Hukum Poligami ! Jamaah Pria : ( Terdegar Suara Ribut ) Wah, Hebat Nih Ustadzah : Saya juga Tida...
