Khamis, 31 Januari 2013

Menerima Kekalahan

Kekalahan memang bukanlah suatu yang diharapkan oleh siapapun. 

Harus diakui kekalahan itu menyakitkan. 

Tapi ingatlah di atas langit masih ada langit. 

So, sebenarnya kekalahan adalah hal yang niscaya. Wajar saja, pasti.

Ayah saya pernah berkata kepada saya, “Memang kekalahan itu hal yang wajar. 

Setiap pemenang pasti pernah kalah. Namun, jangan pernah berpusat pada kekalahan. 

Karena kapan saja kamu berpikir tentang apa yang akan dilakukan nantinya jika kalah, maka saat itu juga kamu sudah kalah.”

Ya, menerima kekalahan, bukan berarti pesimis. Tapi lebih kepada menyikapinya. 

Coba lihat anak kecil. Ketika dia belajar berjalan, dia sering terjatuh (baca: kalah), tapi anak kecil tersebut justru tertawa dan dalam bahasa yang lebih keren: bangkit lagi dan menganggap kekalahannya sebagai proses, lalu dia tidak pernah menyerah.

Sekarang, masalahnya bukan bagaimana agar tidak kalah. Tapi bagaimana kita menyikapi kekalahan tersebut. 

Bukankah kekalahan adalah hal yang wajar? 

Pemenang dan pecundang itu bukan tentang status, tapi ini tentang mindset. Sama halnya dengan bahagia. 

Bahagia bukanlah outpun dari rangsangan luar, tetapi bahagia adalah ketika kita men-set hati kita untuk bahagia. 

Begitulah kekalahan. Menyikapinya adalah hal yang baik, dan menyikapinya dengan baik adalah hal yang bijaksana.

Orang-orang yang tidak bisa menerima kekalahannya, sebenarnya bukanlah orang-orang yang lemah, mereka hanya tidak bisa men-set mindsetnya sebagai seorang pemenang. 

Di saat orang-orang kalah menyesali dan menangisi batu-batu yang menyandungnya ketika dalam perjalanan menuju sukses, orang-orang sukses justru mengumpulkannya dan dijadikannya batu loncatan.

Akhirnya Ayah saya berkata, “Jika kamu telah mengalami kekalahan terbesarmu dalam hidup, maka sisanya adalah sukses. 

Tidak ada lagi kekalahan yang tak lagi tak dapat kamu atasi.”

Perhatian dan Komunikasi




Jika terjadi sesuatu pada anak – anak kita, maka kitalah yang bertanggungjawab atasnya. 


Banyak sekali cerita anak – anak yang tumbuh melenceng dari apa yang kita harapkan.

Bahkan ada orangtua yang tidak tahu sama sekali perkembangan anaknya sudah sampai sejauh mana dengan alas an terlalu sibuk bekerja untuk keluarga.


Ilustrasi di bawah ini mungkin bisa memberikan pencerahan kepada kita sebagai orangtua, bahwa menyediakan sedikit waktu untuk berkomunikasi dan memberikan perhatian akan memberikan rasa bahagia bagi kedua belah pihak.

Dikisahkan ada seorang anak remaja berusia 18 tahunan. Kedua orangtuanya sibuk bekerja sehingga mereka jarang bertemu. 


Anak itu punya banyak sekali kegiatan seperti menjadi anggota OSIS, masuk tim basket dan sepakbola, sampai bergabung dalam sebuah band.

Suatu hari sepulang latihan basket, anak itu mengalami kecelakaan. Motornya terpeleset, badannya terpental dan membentur trotoar. 


Walau begitu baik motor dan tubuh anak itu tidak mengalami kerusakan yang berarti. Anak itu hanya mengalami luka memar saja. 

Saat pulang ke rumah sang Ibu menanyakan kondisinya yang tidak biasanya. 

Anak itu hanya menjawab tidak apa – apa. 

Namun sebagai seorang Ibu secara naluriah beliau langsung mengambil obat oles dan mengobati luka memar anaknya. 

Tiga bulan setelah kecelakaan itu sang Ibu sering melihat anaknya meringis kesakitan diselingi demam. 

Kalau ditanyai sang Ibu, jawabnya selalu sama – ‘ngga apa – apa kok Bu, paling cuma masuk angin karena kecapean. Minum obat warung juga sembuh kok’.

Suatu hari sang Ayah melihat anaknya itu terduduk lesu. Diperhatikannya secara seksama sekujur tubuh anaknya, maka terlihatlah warna kuning di semua kulitnya dan suhu tubuhnya pun meninggi. 


Tak perlu menunggu lama maka dibawalah anak itu ke rumah sakit. 

Pihak rumah sakit mendiagnosa anak itu terkena penyakit liver diiringi dengan membesarnya ginjal dan penyebaran sel kanker stadium akhir. 

Mendengar hal itu kedua orangtua anak itupun mengupayakan pengobatan ke luar negeri. 

Namun rupanya memang sudah tidak ada harapan bagi anak itu.

Di saat - saat terakhir hidupnya, anak itu meminta maaf kepada kedua orangtuanya yang sedang bersedih. 


Anak itu merasa di hidupnya yang singkat ini ternyata hanya mendatangkan kesedihan saja. 

Anak itu merasa belum sempat berbakti pada kedua orangtuanya, karenanya anak itu meminta kedua orangtuanya mendoakannya agar segala dosanya diampuni Tuhan.

Anak itu pun pergi meninggalkan kedua orangtuanya dan mereka pun harus mengikhlaskan kepergian putra mereka. 


Ada penyesalan mendalam dengan kepergian anaknya itu. 

Seandainya dulu mereka dapat berkomunikasi dengan baik, menyediakan waktu untuk anak mereka dan membangun kebersamaan maka penyakit anak itu pasti akan diketahui sejak dini sehingga bisa diupayakan pengobatan lebih awal.

Sebagai orangtua terkadang kita memang diperbudak pekerjaan. 


Padahal anak – anak kita lebih memerlukan kita. Kurangnya perhatian membuat anak mencari pelarian ke hal – hal lain seperti narkoba, pergaulan bebas, main game tak terbatas hingga banyak kasus lain yang seharusnya bisa dicegah.

Maka itu bagaimanapun sibuknya, kita harus bisa menyediakan waktu bersama – sama dengan anak kita dan memelihara komunikasi antar anggota keluarga dengan efektif. 


Dengan perhatian dan komunikasi secukupnya kita mampu membangun dan memelihara keluarga penuh sukacita dan berbahagia.

Rabu, 30 Januari 2013

Kelinci Si Penakut



Manusia adalah mahluk sosial yang hidup saling bergantung satu sama lain. 


Walaupun ide hidup saling tolong menolong ini menyenangkan, namun sesungguhnya banyak konflik terjadi disana jika pengharapan kita tidak terpenuhi oleh lingkungan kita.

Setiap manusia mempunyai masalah. Masalah ini akan semakin besar kala kita mulai membandingkajn diri kita dengan hal yang jauh lebih besar.

Kita istimewa dan berhak mendapatkan kesuksesan apapun yang terjadi. 


Untuk itu mari kita simak ilustrasi cerita di bawah ini, agar kita tetap semangat menghadapi segala kemungkinan yang ada

Sejak dulu kelinci dikenal sebagai hewan bernyali kecil. Mereka sering ketakutan tanpa sebab jelas.

Seringkali mereka menyingkir sesegera mungkin jika keamanannya terancam.

Suatu hari nampaklah sekelompok kelinci tengah berkumpul di tepian sungai. 


Mereka berkeluh kesah meratapi nyali mereka yang kecil, mengeluh kehidupan mereka yang selalu dibayangi marabahaya.

Semakin dalam mereka mengobrol, mereka pun semakin sedih dan ketakutan memikirkan nasib mereka sendiri.

Alangkah malangnya terlahir sebagai kelinci. Mau lebih kuat tidak punya tenaga, ingin terbang tidak punya sayap.

Setiap hari selalu ketakutan karena terganggu oleh telinga panjang mereka yang tajam pendengarannya. 


Sehingga matanya yang berwarna merahpun semakin merah saja.

Mereka merasa hidup ini tidak ada artinya. 


Daripada hidup menderita dan terus menerus dihantui ketakutan mereka pun berpikir untuk mati saja.

Keputusan bunuh diri masal pun diambil. Mereka akan bersama – sama bunuh diri dengan melompat dari tebing tinggi yang curam.

Namun ketika mereka melewati pinggir sungai, terlihat ada katak yang terkejut melihat kelinci yang berjumlah banyak. Katak ketakutan melihat pemandangan itu. 


Katak pun melarikan diri dengan melompat ke dalam sungai.

Kelinci sering sekali melihat katak melompat ke dalam air dan mereka tidak mempedulikannya. 


Tapi pemandangan yang baru dilihatnya sungguh lain.

Diantara sejumlah kelinci itu ada seekor kelinci yang sadar.

Akhirnya kelinci itu menghimbau rekan kelinci lainnya untuk menghentikan tindakan mereka untuk bunuh diri. Karena mereka  bukan satu – satunya jenis mahluk yang bernyali kecil.

Masih ada katak yang nyalinya jauh lebih kecil dibanding mereka. Hal ini terbukti dengan larinya katak begitu melihat gerombolan kelinci.

Mendengar perkataan kelinci itu, rekan kelinci lain akhirnya terbuka pikirannya. Tiba – tiba seolah tumbuh tunas keberanian di hati mereka.

Dengan riang gembira mereka pun saling membesarkan diri satu sama lain.  


Kelompok kelinci itu pun kembali pulang dan melupakan niat untuk bunuh diri.

Saat keberuntungan tidak memihak kepada kita, janganlah kita suka meratapi nasib yang dirundung malang seakan kita mahluk paling menderita di bumi ini.

Lihatlah sekeliling kita, inspirasi. Masih banyak yang nasibnya kurang beruntung dibanding kita. 


Jika mereka hidup dalam kekuatan dan mampu menjalani semua itu dengan tegar dan tetap berjuang, lalu kenapa kita tidak.

Apapun keadaan hidup kita hari ini, jalani dengan optimis dan aktif. Nasib tidak akan berubah tanpa manusia itu sendiri yang merubahnya.

Karena sesungguhnya sukses adalah hak semua orang yang mau berjuang dengan sungguh – sungguh.

Manusia selalu berada dalam keadaan bergairah, senang, sedih dan susah. Namun semua itu tergantung kembali pada saluran mental itu sendiri. 


Daripada mati sebagai pengecut lebih baik hidup sebagai ksatria.

Setiap orang sebenarnya punya kemampuan menghadapi masalah. Dan penyelesaian masalah itu bukanlah dengan mengeluh.

Karena mengeluh bisa menyebabkan depresi yang akhirnya membuat kita lupa bahwa kita manusia mempunyai kekuatan mengubah hidup.

Sabtu, 26 Januari 2013

Rahasia Hidup Beruntung



Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba meneliti hal-hal yang membedakan orang2 beruntung dengan yang sial.


Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu untung, dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial-bermasalah.

Memang Ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial.


Berdasarkan hasil penelitian yang diklaimnya “scientific” ini, Wiseman menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial. Keempat faktor tersebut adalah:

1) Sikap terhadap peluang

Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang.

Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan bertindak ketika peluang datang.


Bagaimana hal ini dimungkinkan? Ternyata orang-orang yg beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru.


Mereka lebih terbuka terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal, dan menciptakan jaringan-jaringan sosial baru.


Sebaliknya, kelompok Orang yang sial memiliki perasaan dan sikap yang lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan- kemungkinan baru.


Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan.


2) Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi dari pada logika.

Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan “hati nurani” (intuisi) daripada hasil otak-atik angka yang canggih.

Angka-angka akan sangat membantu, tapi final decision umumnya dari “good feeling”.


Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati nurani tadi akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan penalaran yang tak berkesudahan.


Makanya orang beruntung umumnya memiliki metoda untuk mempertajam intuisi mereka, misalnya melalui meditasi yang teratur.


Pada kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses.


Dan makin sering digunakan, intuisi kita juga akan semakin tajam.


3) Selalu berharap kebaikan akan datang

Orang yang beruntung ternyata selalu bersikap positif terhadap kehidupan.

Berprasangka dengan optimis bahwa kebaikan akan datang kepadanya.


Dengan sikap mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain.


4) Mengubah hal yang buruk menjadi baik


Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya menjadi kebaikan, Bagi mereka setiap situasi selalu ada sisi baiknya.

Dalam salah satu tes nya Prof Wiseman meminta peserta untuk membayangkan sedang pergi ke bank dan tiba-tiba bank tersebut diserbu kawanan perampok bersenjata.


Dan peserta diminta mengutarakan reaksi mereka.


Reaksi orang dari kelompok sial umunya adalah: “wah sial bener ada di tengah2 perampokan begitu”.


Sementara reaksi orang beruntung, misalnya adalah:


“untung saya ada disana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan dapet duit”.


Apapun situasinya orang yg beruntung pokoknya untung terus.


Mereka dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan merubahnya menjadi keberuntungan.


Jadi, menurut Profesor Richard Wiseman => rahasia orang yang berUntung adalah cukup sederhana. Dikatakannya, hampir semua orang normal juga bisa beruntung

Inspirasi Hidup

 

 Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.

Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.

Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda.

Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tersebut.

Selain memperbaiki sepeda tersebut, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap.

Murid-murid lain menertawakan perbuatannya.

Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.

Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja

Seorang anak berkata kepada ibunya: “Ibu hari ini sangat cantik.

Ibu menjawab: “Mengapa?

Anak menjawab: “Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah.

Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.

Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah.

Temannya berkata: “Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur.

Petani menjawab: “Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku.

Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.

Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: “Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?

Ada yang menjawab: “Cari mulai dari bagian tengah.” Ada pula yang menjawab: “Cari di rerumputan yang cekung ke dalam.”

Dan ada yang menjawab: “Cari di rumput yang paling tinggi. Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: “Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana .

Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.

Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan: “Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku.”

Katak di pinggir jalan menjawab: “Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah.”

Beberapa hari kemudian katak “sawah” menjenguk katak “pinggir jalan” dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.

Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.

Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira. Ada yang bertanya: “Mengapa engkau begitu santai?”

Dia menjawab sambil tertawa: “Karena barang bawaan saya sedikit.”

Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja


Rabu, 23 Januari 2013

Tips Menjadi Orang Sukses

Panjat Tebing: Rahasia Sang Pemenang

Ada sebuah kejuaraan panjat tebing yang diikuti lima orang pemuda.

 
Tebing ini sangat terjal dan memiliki tingkat kesulitan yang sangat tinggi di banding kebanyakan tebing. 


Karena tingkat kesulitannya tidak banyak orang yang berani mencoba. 

Namun kelima peserta dengan semangat dan percaya diri yang tinggi masing-masing menyatakan kesanggupan mereka untuk menaklukkannya.

Semua telah tampak siap dengan peralatan mereka. 


Acara pun di mulai. tiap peserta mulai memanjat dengan antusias. 

Penonton yang ramai riuh memberi semangat.

Dan sekarang mereka telah mencapai sepertiga tebing. 


Keterjalan tebing dan sisi-sisi yang licin membuat seorang peserta nyaris jatuh. 

Namun dia dengan sigap merah pegangan dan memanjat lagi. 

Dua penonton berbisik “mereka tidak akan mampu mengakhiri lomba ini, tebingnya terlalu curam!”. 

Dan benar saja, pemuda yang nyaris jatuh tadi, sekarang benar-benar jatuh dan lututnya terluka.

Tersisa empat peserta lagi. Beberapa orang khawatir. 


Jika peserta yang lain jatuh, maka semakin tinggi jatuhnya akan semakin tinggi dia terluka. Dan…, kali ini mereka benar lagi. 

Satu pesera jatuh dan terluka lebih parah dari peserta sebelumnya. 

Tinggal tiga orang lagi tersisa.
Sebagian dari penonton mulai tampak resah. Mereka mengatakan pada panitia untuk menghentikan perlombaan, tebing ini terlalu curam dan licin. 


Satu persatu mereka berteriak “turunlah, kalian tidak akan mampu memanjatnya!” Mereka semuanya telah melewati 3/4 ketinggian tebing. 

“Turunlah, demi keselamatanmu!” Seorang peserta kehilangan konsentrasinya, dan jatuh. 

Langsung tak sadarkan diri.

Dua peserta lagi tersisa. Semakin banyak orang meneriaki mereka untuk turun. 


Mereka tak akan mampu menaklukkan tebing ini. Tidak mungkin mengingat sisa tenaga yang mereka miliki seperti itu.

Sekarang hanya tinggal dua meter tersisa. Dan satu orang peserta jatuh lagi. 


Dokter yang siap berjaga pun segera memeriksanya.

Sekarang hampir semua orang meneriaki peserta terakhir demi keselamatannya. 


Namun dia akhirnya meneyelesaikan perlombaan panjat tebing itu dengan sempurna. 

Semua orang merasa heran dan kagum padanya. 

Beberapa menitikkan air mata mengingat betapa sulitnya tantangan dan empat peserta lain yang gagal dan terluka parah.

Reporter TV lokal dan para wartawan yang telah menunggunya di bawah segera mendatanginya untuk wawancara. “Apa rahasianya sehingga anda begitu tangguh dan bertenaga?”. 


Pemuda itu tampak kebingungan dan hanya diam. 

Wartawan lain bertanya lagi. “Apakah anda sering memenangkan lomba panjat tebing sebelumnya?” Dia diam lagi dan hanya berbicara dengan gagap.

Seorang temannya menghampiri mereka. 


Sambil memberi minum kepada pemenang tersebut dia berkata kepada para wartawan, “Ma’af ya, teman saya ini tuna rungu. Dia tidak bisa mendengar”.

Selasa, 22 Januari 2013

Patung Budha di Mojokerto



The Sleeping Buddha - Trowulan Mojokerto, Jawa Timur

Apakah anda pernah berwisata ke daerah Trowulan, Mojokerto? jika belum anda pastinya mengira gambar disamping berasal dari negara Thailand atau China ataupun Tibet. tp percaya atau tidak, patung raksasa dalam foto ini berada di Jawa Timur, tepatnya di

Trowulan Mojokerto. sebuah patung Budha tidur [the sleeping Buddha] berukuran raksasa.. patung Budha tidur ini terletak di Maha Vihara Majapahit, desa Bejijong, Trowulan - Mojokerto. Maha Vihara Majapahit memang difungsikan sebagai tempat ibadah umat Buddha, tapi meskipun demikian tidak ada larangan untuk pengunjung yang beragama lain..

Maha Vihara Majapahit terbuka bagi semua pengunjung yang ingin menikmati keindahan patung Budha tidur, tapi dengan syarat tidak boleh berisik.. memang para biksu dan biksuni diMaha Vihara Majapahit sangat menghargai ketenangan.


miniatur candi Borobudur

Patung ini didirikan sekitar tahun 1993 oleh YM Viryanadi Maha Tera. sedangkan Maha Vihara Majapahit sendiri sudah berdiri sejak Desember 1989. patung Budha tidur dengan panjang 22 meter, lebar 6 meter, dan tinggi 4.5 meter ini di buat dari beton dan di pahat oleh pengerajin patung asal Trowulan. di sekeliling bawah patung juga terdapat ukiran-ukiran yang menceritakan kisah Buddha.

selain itu, pengunjung juga akan menemui sebuah miniatur Borobudur serta berbagai relief indah di belakang bangunan utama


beberapa patung Budha di Maha Vihara Majapahit

untuk menuju ke Maha Vihara Majapahit, jika menggunakan angkutan umum bisa dengan naik minibus dan turun di Balai Perlindungan Benda Purbakala Trowulan. dari situ lalu berjalan kaki menuju Maha Vihara Majapahit. tempat ini juga dekat dengan berbagai situs peninggalan kerajaan Majapahit seperti Candi Brahu, Kolam Segaran, Candi Tikus, Candi Bajang Ratu, Museum Majapahit [Pusat Informasi Majapahit], dll..

jadi jika anda berwisata ke Trowulan, selain bisa menikmati keanggunan patung Budha tidur [The Sleeping Buddha] raksasa anda juga bisa melakukan wisata sejarah dengan menelusuri jejak peninggalan kerajaan Majapahit.

oh ya, beberapa sumber mengatakan bahwa The Sleeping Buddha [patung Budha tidur] di Trowulan merupakan patung Budha tidur terbesar ketiga di Asia.

The Sleeping Buddha juga bisa di temui di Thailand, Jepang, Nepal, dan beberapa negara di Asia lainnya.. so, jika anda berwisata ke daerah Jawa Timur sempatkanlah mengunjungi patung Budha tidur ini, tidak ada biaya tiket masuk Maha Vihara Majapahit alias Gratis.. tapi pengunjung di haruskan untuk menjaga ketenangan alias ga boleh berisik. :)









Hadiah Ayah

Seorang pemuda sebentar lagi akan di wisuda, sebentar lagi dia akan menjadi seorang sarjana, akhir jerih payahnya selama beberapa tahun di bangku pendidikan. 

Beberapa bulan yang lalu dia melewati sebuah showroom, dan saat itu dia jatuh cinta kepada sebuah mobil sport, keluaran terbaru dari Ford. 

Selama beberapa bulan dia selalu membayangkan, nanti pada saat wisuda ayahnya pasti akan membelikan mobil itu kepadanya. 

Dia yakin, karena dia anak satu-satunya dan ayahnya sangat sayang padanya, sehingga dia yakin banget nanti dia pasti akan mendapatkan mobil itu. 

Diapun berangan-angan mengendarai mobil itu, bersenang-senang dengan teman-temannya. 

Bahkan semua mimpinya itu dia ceritakan ke teman-temannya. 

Saatnya pun tiba, siang itu, setelah wisuda, dia melangkah pasti ke ayahnya.

Sang ayah tersenyum, dan dengan berlinang air mata karena terharu dia mengungkapkan betapa dia bangga akan anaknya, dan betapa dia mencintai anaknya itu. 


Lalu dia pun mengeluarkan sebuah bingkisan,... bukan sebuah kunci! 

Dengan hati yang hancur sang anak menerima bingkisan itu, dan dengan sangat kecewa dia membukanya. 

Dan dibalik kertas kado itu ia menemukan sebuah Alkitab yang bersampulkan kulit asli, di kulit itu terukir indah namanya dengan tinta emas.

Pemuda itu menjadi marah, dengan suara yang meninggi dia berteriak, "Yaahh... Ayah memang sangat mencintai saya, dengan semua uang ayah, ayah belikan alkitab ini untukku?"


Lalu dia membanting Alkitab itu dan lari meninggalkan ayahnya.

 
Ayahnya tidak bisa berkata apa-apa, hatinya hancur, dia berdiri mematung ditonton beribu pasang mata yang hadir saat itu.

Tahun demi tahun berlalu, sang anak telah menjadi seorang yang sukses. 


 Dengan bermodalkan otaknya yang cemerlang dia berhasil menjadi seorang yang terpandang. 

Dia mempunyai rumah yang besar dan mewah, dan dikelilingi istri yang cantik dan anak-anak yang cerdas.

Sementara itu ayahnya semakin tua dan tinggal sendiri. Sejak hari wisuda itu, anaknya pergi meninggalkan dia dan tak pernah menghubungi dia. 


Dia berharap suatu saat dapat bertemu anaknya itu, hanya untuk meyakinkan dia betapa kasihnya pada anak itu. 

Sang anak pun kadang rindu dan ingin bertemu dengan sang ayah, tapi mengingat apa yang terjadi pada hari wisudanya, dia menjadi sakit hati dan sangat mendendam.

Sampai suatu hari datang sebuah telegram dari kantor kejaksaan yang memberitakan bahwa ayahnya telah meninggal


dan sebelum ayahnya meninggal, dia mewariskan semua hartanya kepada anak satu-satunya itu. 

Sang anak disuruh menghadap Jaksa wilayah dan bersama-sama ke rumah ayahnya untuk mengurus semua harta peninggalannya. 

Saat melangkah masuk kerumah itu, mendadak hatinya menjadi sangat sedih, mengingat semua kenangan semasa dia tinggal disitu. 

Dia merasa sangat menyesal telah bersikap jelek terhadap ayahnya. 

Dengan bayangan-bayangan masa lalu yang menari-nari di matanya, dia menelusuri semua barang di rumah itu. 

Dan ketika dia membuka brankas ayahnya, dia menemukan Alkitab itu, masih terbungkus dengan kertas yang sama beberapa tahun yang lalu.

Dengan airmata berlinang, dia lalu memungut Alkitab itu, ia membuka Alkitab tersebut dan mulai membalik-balik halamannya. 


Ayahnya menggaris dengan rapi sebuah ayat,
Matius 7:11.


"Dan kamu yang jahat tahu memberikan yang baik kepada anakmu, masakan Bapa-mu yang di sorga tidak akan memberikan apa yang kamu minta kepada-Nya?"

Selesai dia membaca tulisan itu, sesuatu jatuh dari bagian belakang Alkitab itu. 


Dia memungutnya.. sebuah kunci mobil! 

Di gantungan kunci mobil itu tercetak nama dealer, sama dengan dealer mobil sport yang dulu dia idamkan! 

Dia membuka halaman terakhir Alkitab itu, dan menemukan di situ terselip STNK dan surat-surat lainnya, namanya tercetak di situ. 

Dan sebuah kwitansi pembelian mobil, tanggalnya tepat sehari sebelum hari wisuda itu.

Dia berlari menuju garasi, dan di sana dia menemukan sebuah mobil yang berlapiskan debu selama bertahun-tahun


meskipun mobil itu sudah sangat kotor karena tidak disentuh bertahun-tahun, dia masih mengenal jelas mobil itu, mobil sport yang dia dambakan bertahun-tahun lalu. 

Dengan buru-buru dia menghapus debu pada jendela mobil dan melongok kedalam. 

Bagian dalam mobil itu masih baru, plastik membungkus jok mobil dan setirnya, di atas dashboardnya ada sebuah foto, foto ayahnya, sedang tersenyum bangga. 

Mendadak dia menjadi lemas, lalu terduduk disamping mobil itu, air matanya tidak terhentikan, mengalir terus mengiringi rasa menyesalnya yang tak mungkin diobati

Isnin, 21 Januari 2013

Sehelai Pita Kuning



Pada tahun 1971 surat kabar New York Post menulis kisah nyata tentang seorang pria yang hidup di sebuah kota kecil di White Oak, Georgia, Amerika.

Pria ini menikahi seorang wanita yang cantik dan baik, sayangnya dia tidak pernah menghargai istrinya. 

Dia tidak menjadi seorang suami dan ayah yang baik, Dia sering pulang malam- malam dalam keadaan mabuk, lalu memukuli anak dan isterinya.

Satu malam dia memutuskan untuk mengadu nasib ke kota besar, New York. 

Dia mencuri uang tabungan isterinya, lalu dia naik bis menuju ke utara, ke kota besar, ke kehidupan yang baru. Bersama-sama beberapa temannya dia memulai bisnis baru.

Untuk beberapa saat dia menikmati hidupnya, Sex, gambling, drug, Dia menikmati semuanya.

Bulan berlalu...

Tahun berlalu...

Bisnisnya gagal, dan ia mulai kekurangan uang. Lalu dia mulai terlibat dalam perbuatan kriminal.

Ia menulis cek palsu dan menggunakannya untuk menipu uang orang. Akhirnya pada suatu saat naas, dia tertangkap. 

Polisi menjebloskannya ke dalam penjara, dan pengadilan menghukum dia tiga tahun penjara.

Menjelang akhir masa penjaranya, dia mulai merindukan rumahnya. Dia merindukan istrinya. 

Dia rindu keluarganya.

Akhirnya dia memutuskan untuk menulis surat kepada istrinya, untuk menceritakan betapa menyesalnya dia. 

Bahwa dia masih mencintai isteri dan anak-anaknya. 

Dia berharap dia masih boleh kembali.

Namun dia juga mengerti bahwa mungkin sekarang sudah terlambat, oleh karena itu ia mengakhiri suratnya dengan menulis, "Sayang, engkau tidak perlu menunggu aku.

Namun jika engkau masih ada perasaan padaku, maukah kau nyatakan? 

Jika kau masih mau aku kembali padamu, ikatkanlah sehelai pita kuning bagiku, pada satu-satunya pohon beringin yang berada di pusat kota.

Apabila aku lewat dan tidak menemukan sehelai pita kuning, tidak apa-apa. 

Aku akan tahu dan mengerti. 

Aku tidak akan turun dari bis, dan akan terus menuju Miami. 

Dan aku berjanji aku tidak akan pernah lagi menganggu engkau dan anak-anak seumur hidupku."

Akhirnya hari pelepasannya tiba. Dia sangat gelisah. 

Dia tidak menerima surat balasan dari isterinya. 

Dia tidak tahu apakah isterinya menerima suratnya atau sekalipun dia membaca suratnya, apakah dia mau mengampuninya?

Dia naik bis menuju Miami, Florida, yang melewati kampung halamannya, White Oak. 

Dia sangat sangat gugup. Seisi bis mendengar ceritanya, dan mereka meminta kepada sopir bus itu, "Tolong, pas lewat White Oak, jalan pelan- pelan...kita mesti lihat apa yang akan terjadi..."

Hatinya berdebar-debar saat bis mendekati pusat kota White Oak. Dia tidak berani mengangkat kepalanya. 

Keringat dingin mengucur deras. Akhirnya dia melihat pohon itu. Air mata menetas di matanya...

Dia tidak melihat sehelai pita kuning...

Tidak ada sehelai pita kuning....

Tidak ada sehelai pita kuning....

Tidak ada sehelai pita kuning....
 
Tidak ada sehelai......

Melainkan ada seratus helai pita-pita kuning....bergantungan di pohon beringin itu...Ooh...seluruh pohon itu dipenuhi pita kuning...!!!

Kisah nyata ini menjadi lagu hits nomor satu pada tahun 1973 di Amerika. Sang sopir langsung menelpon surat kabar dan menceritakan kisah ini.

Seorang penulis lagu menuliskan kisah ini menjadi lagu, "Tie a Yellow Ribbon Around the Old Oak Tree", dan ketika album ini di-rilis pada bulan Februari 1973, langsung menjadi hits pada bulan April 1973.

Sebuah lagu yang manis, namun mungkin masih lebih manis jika kita melakukan apa yang disiratkan oleh liriknya.

- Yellow Ribbon

ON ROUND THE OLD OAK TREE ON ROUND THE OLD OAK TREE

I'm coming' home, I've done my time


Now I've got to know what is and isn't mine


If you received my letter telling you I'd soon be free


Then you'll know just what to do


If you still want me


If you still want me


Whoa, tie a yellow ribbon 'round the old oak tree


It's been three long years


Do ya still want me?


If I don't see a ribbon round the old oak tree


I'll stay on the bus


Forget about us


Put the blame on me


If I don't see a yellow ribbon round the old oak tree


Bus driver, please look for me


'cause I couldn't bear to see what I might see


I'm really still in prison


And my love, she holds the key


A simple yellow ribbons what I need to set me free


I wrote and told her please


Whoa, tie a yellow ribbon round the old oak tree


It's been three long years


Do ya still want me?


If I don't see a ribbon round the old oak tree


I'll stay on the bus


Forget about us


Put the blame on me


If I don't see a yellow ribbon round the old oak tree


Now the whole damned bus is cheering


And I can't believe I see


A hundred yellow ribbons round the old oak tree


I'm coming home


I'm coming' home, I've done my time


Now I've got to know what is and isn't mine


If you received my letter telling you I'd soon be free


Then you'll know just what to do


If you still want me


If you still want me


Whoa, tie a yellow ribbon 'round the old oak tree


It's been three long years


Do ya still want me?


If I don't see a ribbon round the old oak tree


I'll stay on the bus


Forget about us


Put the blame on me


If I don't see a yellow ribbon round the old oak tree


Bus driver, please look for me


'cause I couldn't bear to see what I might see


I'm really still in prison


And my love, she holds the key


A simple yellow ribbons what I need to set me free


I wrote and told her please


Whoa, tie a yellow ribbon round the old oak tree


It's been three long years


Do ya still want me?


If I don't see a ribbon round the old oak tree


I'll stay on the bus


Forget about us


Put the blame on me


If I don't see a yellow ribbon round the old oak tree


Now the whole damned bus is cheering


And I can't believe I see


A hundred yellow ribbons round the old oak tree


I'm coming home

Entri Populer