Inilah jam tangan termahal di dunia yang dibanderol sekitar Rp 260 miliar
Jam yang dijuluki Henry Graves Supercomplication memang terkenal unit dan rumit
Pembuatannya bahkan memakan waktu hingga delapan tahun
Jam itu dibuat untuk bankir Amerika Henry Graves Junior pada tahun 1930-an.
Namun ada mitos yang cukup menyeramkan bagi siapapun yang memiliki jam ini
Setidaknya mitos inilah yang selalu menghantui pemakainya sejak kesialan acapkali menghampiri Henry Graves sejak memilikinya selama bertahun-tahun
Sembilan bulan setelah jam itu selesai, sahabat karibnya meninggal dunia.
Tak lama kemudian, anaknya yang bernama George juga tewas dalam kecelakaan lalu lintas. Ini adalah kedua kalinya ia kehilangan anak karena kecelakaan serupa.
Suatu hari, ketika ia sedang berlayar naik kapal pesiar mewah dengan putrinya yang bernama Gwendolen, ia memperhatikan jam itu dengan seksama.
“Barang seperti ini tidak membawa apapun kecuali hanya masalah,” katanya seraya berniat membuang jam itu ke laut. Namun putrinya mencegah niatnya
Dan jam itu pun akhirnya tetap berada di sakunya. Setelah ia meninggal, jam itu terus diteruskan kepemilikannya ke putrid dan cucunya.
Kini “kutukan” mitos jam sial ini kembali menghampiri taipan Arab Sheikh Saud bin Mohammed Al-Thani.
Salah satu orang terkaya di dunia ini meninggal secara misterius Senin lalu di rumahnya, London, Tak ada yang bisa memastikan penyebab kematiannya.
Pria berumur 48 tahun asal Qatar ini membeli jam itu 15 tahun lalu seharga hampir Rp 200 miliar
Jam itu menjadi salahsatu koleksinya di workshop mini yang dibangunnya untuk berbagai barang seni miliknya
Seperti dilansir dari DailyMail, jam unik ini memiliki lonceng (Mirip jam Big Ben di Inggris), kalender serta waktu matahari terbit dan terbenam.
Jam mahal itu juga berisi peta langit malam New York seperti yang terlihat dari apartemen Graves di Fifth Avenue
Istilah "complication" (kerumitan) dalam jam ini mengacu pada istilah teknis pembuatan jam karena tidak hanya untuk melihat waktu, seperti yang diinginkan Henry Graves