![]() |
| Sapi perancis |
Daging
Sapi di Jepang berpola marmer dan memiliki hak istimewa, mereka secara
khusus di beri makan nasi dan minuman sake dengan selektif, sehingga
dagingnya terasa sangat enak. Lain halnya di Perancis sapi dikasih minum
Anggur, namun harga dagingya cukup mahal, yaitu 1 juta/kg.
Awal
mulanya kejadian ini dilakukan berdasarkan eksperimen di Lunel-Viel,
Herault, Perancis. Disana ada 3 ekor sapi.
Diantaranya dua ekor sapi
Angus dan satu ekor sapi Camargue. Sapi-sapi tersebut diberi minuman
wine lokal selama empat bulan. Wine tersebut mengandung campuran anggur,
barley, dan hay.
Setalah dilakukan
eksperimen ini, ternyata sapi-sapi yang diberi minum terlihat ‘bahagia’
dan daging yang dihasilkan lebih lezat dan berbeda rasa dengan sapi
biasa atau lokal. Ide pemberian wine kepada sapi ini diusung oleh
Jean-Charles Tastavy.
Proyek ini
memilik satu kelemahan, yaitu harga. Mengingat biaya diet harian anggur
sapi meningkat tiga kali lipat dari 5 sampai 15 Euro.
Harga per kilo
daging sapi "wine" meningkat menjadi 100 euro per kg.
Namun
demikian, permintaan daging sapi eksklusif terus tumbuh, meskipun biaya
daging tersebut mahal.
Hal ini jelas mengapa menurut koki perancis,
daging sapi anggur ini memiliki tekstur khusus, warna yang indah, selama
dmasak mengeluarkan karamel. Dan tentu saja, rasanya sangat lezat.
