Minggu, 06 Mei 2012

Pengusaha di Jemput Malaikat

Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke, sudah 7 malam, ia dirawat di RS di ruang ICU.

Disaat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia Roh seorang Malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya.

Malaikat memulai pembicaraan :
"kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kamu akan hidup dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kamu akan meninggal dunia & aku akan Mencabut Nyawa mu”

"Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang" (kata si pengusaha ini dengan yakinnya)

Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang Satu jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.

Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya; dengan antusiasnya si pengusaha bertanya : "apakah besok pagi aku sudah pulih? pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit"

Dengan lembut si Malaikat berkata :
"anakku, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktu mu tinggal 30 menit lagi, rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu"

Tanpa menunggu reaksi dari si pengusaha, si Malaikat menunjukkan layar besar berupa TV siapa ketiga orang yang berdoa buat kesembuhannya.

Dilayar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada dua orang anak kecil, putra putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka"

Kata Malaikat :
"aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua? itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus nya berharap akan kesembuhanmu"

Kembali terlihat dimana si istri sedang berdoa terus memohon Kepada Tuhan, Sambil berkata :

“aku tau Tuhan, kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik!

Aku tau dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tau dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalau pun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar dihadapanMu

Tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah, dan hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri."

dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan lesu karena kurang istirahat".

Melihat peristiwa itu, tanpa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini

timbul penyesalan bahwa selama ini dia bukanlah suami yang baik dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya, dan malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.

Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya tinggal10 menit lagi

melihat waktu yang semakin sempit, Maka semakin menangislah si pengusaha ini

penyesalan yang sangat luar biasa dan di hantui rasa Bersalah & Ketakutan nya

tapi waktunya sudah terlambat, Semua akan Berakhir

tidak mungkin dalam waktu 10 menit ini ada yang berdoa 47 orang!

Dengan Menangis dan Menahan Kesedihan serta setengah bergumam dia bertanya :
"apakah diantara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?

Jawab si Malaikat :

"ada beberapa yang berdoa buatmu tapi mereka tidak tulus, bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kamu derita saat ini, itu semua karena selama ini kamu arogant, egois dan bukanlah atasan yang baik, bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah".

Si pengusaha ini tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia untuk Hidup di Dunia ini, tapi dia Memohon untuk minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam.

Air matanya Bertambah deras, Hatinya Bertambah Pilu, Serta Kesedhan nya Semakin Memuncak ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.

Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00

tiba-tiba si Malaikat berkata :
"anakku, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu, Serta Pertobatan mu

Maka kamu tidak jadi meninggal, karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00″.

Dengan terheran-heran dan tidak percaya, si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu?

Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.

Bukankah itu Panti Asuhan ? kata si pengusaha pelan.

Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tau tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri.

Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca Surat Kabar kalau seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU

setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan & sepakat berdoa buat kesembuhanmu.

Doa sangat besar kuasanya, tak jarang kita malas & tidak punya waktu, Serta tidak terbeban untuk berdoa bagi orang lain.

Ketika kita mengingat seorang sahabat lama / keluarga, kita pikir itu hanya kebetulan saja padahal seharusnya kita berdoa bagi dia

mungkin saja pada saat kita mengingatnya dia dalam keadaan butuh dukungan doa dari orang-orang yang mengasihi dia.

Disaat kita berdoa bagi orang lain, kita akan mendapatkan kekuatan baru dan kita bisa melihat kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang terjadi. 

Akhirnya, Pengusaha ini pun Sembuh & Tuhan Memberikan Satu Kehidupan lagi serta Kesempatan untuk Memperbaiki Semua nya

Entri Populer