Rabu, 30 Mei 2012

Kisah Sang Tikus

Seekor tikus mengintip di balik celah di tembok untuk mengamati sang petani dan istrinya, saat membuka sebuah bungkusan.

Ada mainan pikirnya

Tapi dia terkejut sekali, ternyata bungkusan itu berisi perangkap tikus

Lari kembali ke ladang pertanian itu, tikus itu menjerit memberi peringatan, Awas ada perangkap tikus di dalam rumah, hati-hati ada perangkap tikus di dalam rumah

Sang ayam dengan tenang berkokok dan sambil tetap menggaruki tanah, mengangkat kepalanya dan berkata.

Ya, maafkan aku Pak Tikus

Aku tahu memang ini masalah besar bagi kamu, tapi buat aku secara pribadi tidak ada masalah

Jadi jangan buat aku sakit kepala lah

Tikus berbalik dan pergi menuju sang kambing

Katanya, Ada perangkap tikus di dalam rumah, sebuah perangkap tikus di dalam rumah

Wah aku menyesal dengan kabar ini.” Si kambing menghibur dengan penuh simpati

“Tetapi tidak ada sesuatu pun yang bisa kulakukan kecuali berdo’a. Yakinlah, kamu senantiasa ada dalam do’a-do’aku!”
Tikus kemudian berbelok menuju si lembu

Oh, Sebuah perangkap tikus? jadi saya dalam bahaya besar ya?” kata lembu sambil ketawa, berteleran air liur

Jadi tikus itu kembalilah ke rumah dengan kepala tertunduk dan merasa begitu patah hati, kesal dan sedih, terpaksa menghadapi perangkap tikus itu sendirian. Ia merasa sungguh-sungguh sendiri

Malam tiba, dan terdengar suara bergema di seluruh rumah, seperti bunyi perangkap tikus yang berjaya menagkap mangsa

Istri petani berlari melihat apa saja yang terperangkap

Di dalam kegelapan itu dia tak bisa melihat bahwa yang terjebak itu adalah seekor ular berbisa

Ular itu sempat mematok tangan istri petani itu. Petani iktu bergegas membawanya ke rumah sakit

Si istri kembali ke rumah dengan tubuh mungil, demam

Dan sudah menjadi kebiasaan, setiap orang sakit demam, obat pertama adalah memberikan sup ayam segar yang hangat.

Petani itupun mengasah pisaunya, dan pergi ke kandang, mencari ayam untuk bahan supnya

Tapi, bisa itu sungguh jahat, si istri tak kunjung sembuh

Banyak tetangg yang datang membesuk dan tamupun tumpah ruah ke rumahnya

Iapun harus menyiapkan makanan, dan terpaksa kambing di kandang itu dijadikan gulai

Tapi itu tidak cukup, bisa itu tak dapat taklukan

Si istri mati, dan berpulh orang datang untuk mengurus pemakaman, juga selamatan

Tak ada cara lain, lembu di kandang itupun dijadikan panganan untuk puluhan rakyat dan peserta selamatan

Ingatlah, Apabila kamu dengar ada seseorang yang menghadapi masalah dan kamu pikir itu masalah itu tidak ada kaitannya dengan kamu, ingatlah bahwa apabila ada perangkap tikus di dalam rumah, seluruh ladang pertanian ikut menanggung resikonya, Sikap mementingkan diri sendiri lebih banyak kerugian dan keburukan dari pada kebaikanya

Entri Populer