Sabtu, 01 Juni 2013

Satu tangan & Satu Jurus

Chen adalah seorang remaja pria yang tinggal di Hawaii

Tidak seperti orang normal, ia hanya mempunyai tangan kiri

Tangan kanan nya tidak ada sejak lahir

Karena keadaannya yang cacat itu banyak remaja pria lain yang mengejek dan sering mengolok-oloknya, bahkan ada yang suka memukul dan mendorong kepalanya

Suatu hari, saat pulang sekolah ia diejek dan digoda beberapa remaja pria, peristiwa itu menarik perhatian seorang tua yang kebetulan lewat

Pria tua itu kemudian mengusir semua remaja yang menghina Chen, ia merasa kasihan pada Chen

kemudian ia berkata “Aku akan mengajarimu Judo supaya tidak ada yang berani mengganggumu lagi”

Chen bingung juga karena ia hanya mempunyai satu tangan, bagaimana mungkin bisa mempelajari Judo

Pria tua itu akhirnya mampu meyakinkan Chen bahwa ia mempunyai jurus judo khusus untuk orang bertangan satu

Akhirnya Chen setuju untuk belajar Judo dari orang tua tersebut dan mulai keesokan harinya sepulang sekolah, ia pergi ke rumah orang tua tersebut untuk belajar Judo

Orang tua tersebut mengajari Chen sebuah jurus yang ternyata sangat sulit dikuasai, sampai beberapa bulan pun Chen masih belum menguasainya dengan baik

Sampai akhirnya memasuki bulan ke enam barulah Chen mampu menguasainya dengan lumayan baik

Chen sangat gembira dan ia meminta kepada orang tua itu untuk mengajarinya jurus lainnya

Orang tua tersebut menggelengkan kepalanya dan berkata “Kamu sudah bisa menguasai jurus itu? 

Bagus, kalau begitu lakukan jurus tersebut dengan LEBIH CEPAT dan LEBIH BAIK“

Chen terus belajar dengan tekun dan akhirnya ia bisa menguasai jurus itu dengan semakin baik, tapi ia bosan juga, pikirnya kok jurus itu-itu aja sih, kapan nih belajar jurus lainnya? 

Akhirnya ia berkata “Guru, saya sudah menguasai jurus itu dengan baik, ajarkan dong jurus yang lain”

Orang tua yang merupakan gurunya tersebut berkata “Kamu merasa sudah menguasai dengan baik? 

Baiklah kalau begitu 3 bulan lagi kamu ikut pertandingan”

Chen merasa ragu, bagaimana mungkin ia yang bertangan satu harus bertanding melawan musuh yang bertangan dua dalam suatu pertandingan? 

Tapi ia berpikir tidak ada salahnya dicoba, dalam pemikiran Chen dalam 3 bulan ini pasti gurunya mengajarkan jurus-jurus baru untuk menghadapi pertandingan

Seminggu, dua minggu, sebulan berlatih, Chen makin heran, gurunya tidak mengajarkan jurus baru sama sekali

ia hanya disuruh belajar menguasai jurus tunggal itu dengan gerakan yang semakin cepat dan semakin baik

Akhirnya Chen tidak sabar dan protes “Guru, mengapa guru tidak mengajarkan jurus baru apapun kepada ku, masa aku harus bertanding dengan SATU TANGAN dan SATU JURUS saja”

Gurunya tetap tidak mengajarkan jurus baru apapun sampai 3 bulan waktu berlalu dan tiba saatnya bertanding

Chen mengawali pertandingan penyisihan pertama dengan gugup, tapi karena latihannya sudah sangat matang, akhirnya ia bisa menang juga

Pertandingan kedua dan ketiga ia menangkan juga dengan jurus yang sama

Sampai tiba saatnya ia ke semi final

Chen sangat gugup, katanya “Guru, cepat ajarkan aku  jurus yang baru

Aku sudah menang 3 kali menggunakan 1 jurus yang sama, musuh pasti sudah bisa membaca jurusku, musuhku kali ini sang  juara bertahan, ia sangat hebat, cepat guru, ajarkan aku”

Sang guru dengan tenang berkata “Yakin saja, Kamu pasti menang”

Chen semakin gugup, sampai akhirnya tiba saat pertandingan.

Sang lawan memang sangat hebat, berkali-kali ia dapat menghindari kuncian jurus Chen

tapi akhirnya sampai suatu saat ia sedikit lengah dan Chen dapat memanfaatkan kesempatan yang hanya sepersekian detik itu untuk memasukkan jurus satu-satunya yang ia miliki

Chen menang lagi!

Saat final pun tiba..

Chen mempunyai kepercayaan diri yang sudah membubung tinggi, lawannya malah sudah keder duluan

akhirnya ia bisa mengalahkan lawannya dengan mudah dan Chen menjadi juara!! 

Ya, hanya dengan SATU TANGAN dan SATU JURUS, ia bisa mengalahkan lawan-lawannya yang punya tangan normal dan beragam jurus

Chen kemudian pulang ke rumah dan berpesta dengan keluarga dan teman-temannya

Kemudian ia menjumpai gurunya dan pergi berjalan-jalan dengan gurunya itu

Sambil berjalan mereka membahas kemenangan Chen

Chen merasa penasaran dan bertanya pada gurunya “Guru, bagaimana aku bisa menang melawan mereka yang normal dengan satu jurus saja? 

Rasanya sungguh tidak masuk akal”

Gurunya menjawab “Karena engkau mempunyai tekad baja, kemauan yang kuat, dan satu lagi, jurus yang kuajarkan itu adalah jurus yang sangat sulit diantisipasi dan sangat sulit menguasainya

satu-satunya cara untuk melepaskan diri dari kuncian itu adalah dengan MENGUNCI BALIK TANGAN KANAN MU

- Hikmah yang bisa diambil :

Sesuatu yang dipikir banyak orang sebagai kelemahan, dapat dimanfaatkan menjadi sebuah keunggulan yang nyata.

Dalam dunia nyata misalnya, tidak diperlukan banyak jurus/pekerjaan untuk menang/sukses

Kuasailah satu bidang sehingga anda benar-benar menjadi sangat ahli di bidang tersebut

Satu bidang yang anda kuasai dengan sangat baik sudah cukup untuk membuat anda hidup layak (menang)

Kalau anda tidak bisa menang di suatu bidang yang umum maka buatlah KATEGORI / JURUS sendiri dimana anda lah yang menjadi NOMER SATU di kategori tersebut

Entri Populer