Banyak sekali ibu rumah tangga yang terkadang mengeluh dengan aktivitasnya di rumah.
Kelelahan mengurus buah hati, membersihkan rumah, memasak, mempersiapkan kebutuhan suami, bahkan juga dituntut untuk bisa menjadi perempuan yang multitasking agar bisa melakukan segala sesuatunya bersamaan.
Terkadang yang dikeluhkan hanya masalah sepele, yakni pembagian tugas dalam mendidik buah hati.
Yang mana itu menjadi tanggung jawab bersama, yaitu kita dan suami sebagai orangtuanya, sehingga tidak ada batasan antara ayah atau ibu. Semua punya peran yang sama, Ini menurut para istri.
Tetapi pernahkah, para suami kita menceritakan isi hatinya saat mereka bekerja di luar rumah? Mereka harus meninggalkan istri dan anak-anaknya seorang diri.
Ada perasaan khawatir, cemas dan waspada karena tidak bisa menjaga kita dan anak-anak selama 24 jam.
Atau ketika mereka beradu dengan terik matahari, debu, hujan dan badai. Mereka hanya memikirkan bagaimana caranya untuk mencari nafkah guna memenuhi kebutuhan keluarganya hari ini dan masa depan.
Berikut ini adalah beberapa curahan hati seorang suami bernama Aam (32 tahun), seorang ayah dari dua anak, dan suami dari seorang istri yang sangat dikaguminya.
Aam begitu saya memanggilnya, hanya ingin berbagi pemikirannya sebagai seorang suami guna mewakili suami-suami yang ada di luar sana, yang seringkali ia temui mengeluhkan beberapa hal terkait rumah tangganya.
Kalimat-kalimat ini saya rangkum satu persatu, agar bermanfaat bagi kita para istri untuk dapat mengenali apa yang dirasakan suami kita selama ini.
Guna merefleksikan kembali keluhan kita sebagai istri yang terkadang tanpa sadar kita ucapkan pada suami.
"Ibu membangun emosional anak. Bapak membangun karakter anak, Emosi di sini adalah membangun kepekaan dari seorang anak, seperti simpati dan empati.
Sedangkan karakter disini lebih kepada pola pikir dan tindakan yang dipersiapkan pada anak. Agar kelak menjadi manusia yang tangguh dan mandiri di kemudian hari."
"Kita menghabiskan waktu hidup kita untuk bekerja, Memberikan yang terbaik untuk masa depan keluarga kita. Kita memberikan tanggung jawab kepada istri kita di rumah.
Kenapa? Itu karena kita percaya bahwa anak-anak kita dididik dan dirawat oleh istri yang luar biasa. Yang itu berarti kelak anak-anak kita akan menjadi orang-orang yang juga sangat luar biasa."
"Janganlah para istri terlalu menyalahkan suami, Di saat kami mencari nafkah, berpeluh dan berdarah, Mempertaruhkan harga diri dan nyawa, Apakah kami masih salah? Surgamu karena ridhoku sebagai suami.
Dosaku tidak menjadi tanggunganmu. Tapi dosamu menjadi tanggung jawabku sebagai suami. Lalu di saat kami juga lelah, apakah itu bukan menjadi urusan istri?"
Semoga kita para istri menjadi lebih baik lagi dalam melayani suami dengan kelembutan, kasih sayang dan yang pasti keikhlasan.
Karena sebaik-baiknya suami, hanya merekalah yang masih kembali untuk pulang berkumpul dengan orang-orang tercinta yang dirindukannya, Yaitu kita istrinya dan anak-anak kita yang merupakan darah dagingnya.
-
Saya lupa kunci keamanan (password) Sandi dapat direset dengan menggunakan utilitas FlashAir Buka utilitas FlashAir. Pilih "Peng...
-
Ibrahim Pasha dikenal sebagai Pargali Ibrahim Pasha ketika ia dinobatkan sebagai Wazir Agung, mengganti Piri Mehmed Pasha pada 1523. Jabata...
Entri Populer
-
Apakah selama menjalin hubungan asmara merasa dimanfaatkan kekasih? Di satu sisi Anda menutupi itu, tapi di sisi lain merasa dirugikan. Oleh...
-
Orang yang selalu merasa berkurangan padahal nyatanya sudah berkelebihan, biasa disebut dengan istilah serakah atau tamak Orang serakah...
-
Ada kalanya hal-hal buruk terjadi dan Anda tidak ingin mengatakan itu ke pacar Anda, begitu juga sebaliknya, ia mungkin juga punya sesuatu ...
-
Tanpa Anda sadari sebagai wanita Anda akan sangat mudah memberikan hati Anda pada pria yang Anda sukai, Pria dengan sejuta trik dan kecerda...
-
Objek wisata Pintu Langit ini berupa sebuah lubang lonjong raksasa di atas puncak Pegunungan Tianmen, (1.518 meter di atas permu...
-
Semua pasti menginginkan berada dalam suatu hubungan asmara yang sehat dengan pria yang tepat berada di sisi anda Namun, sayangnya tida...