Jumat, 23 Januari 2015

Kisah Ibu Tua

Ini kisah dari jepang kuno. Tentang kebiasaan menelantarkan seorang Ibu yang tua renta di tengah hutan, Tanpa tahu bagaimanakah nasib selanjutnya. 

Walaupun mungkin cuma sebatas dongeng, namun semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah dibawah ini.

Alkisah, ada seorang anak yang hendak membuang Ibunya ke hutan. 

Oleh karena Ibunya sudah tua, kulitnya keriput, rambutnya seluruhnya memutih, tulang belulangnya sudah tampak rapuh serta tak sekuat dulu. 

Ibarat berdiri saja sudah goyah, Ibu itu nampaknya sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, selain menunggu tiba ajalnya.

Maka anak itupun segera membawa Ibunya pergi ke hutan. Kemudian membiarkannya hidup sendiri tanpa hirau dengan apa yang akan terjadi kemudian hari. 

Digendonglah Ibu tua itu dipunggung anaknya, menyusuri jalan kecil masuk ke dalam hutan hingga ke tengah hutan. 

Didalam perjalanan Ibu itu mematahkan ranting-ranting kecil.

Setelah sampai di tengah-tengah, anak itu menurunkan Ibunya. Anak itu berkata “Bu, kita sudah sampai”

Sebetulnya, ada perasaan sedih dalam hati anak tersebut. 

Ia tak tega meninggalkan Ibunya sendiri seperti ini, Namun karena kebiasaan masyarakatnya sudah begini adanya, dengan berat hati Ia pun melakukannya.

Si Ibu dengan tatapan penuh kasih sayang berkata terbata-bata  :

“ nak, Ibu sangat menyayangi dan mencintai kamu, Sejak kecil, Ibu selalu memberikan seluruh cinta dan kasih sayang Ibu kepadamu dengan tulus

Pada detik ini pun, cinta Ibu kepadamu tiada berkurang samasekali, Tadi kupatahkan ranting-ranting kecil sebagai penunjuk jalan agar kamu pulang nanti tidak tersesat, Ibu tidak ingin terjadi apa-apa kepadamu”

Mendengar kata Ibunya tadi, hancurlah hati si anak, Dipeluk Ibunya erat-erat, Anak itu pun menangis sejadinya. 

Akhirnya Ia membawa pulang Ibunya kembali ke rumah dan berjanji akan merawat Ibunya dengan baik sampai akhir hayatnya.

Entri Populer