Fosil kutu purba
Dinosaurus pada masa hidupnya pun
diduga tidak luput dari gangguan kutu. Besar kutunya pun tidak
tanggung-tanggung, diduga 10 kali lebih besar daripada ukuran kutu
anjing.
Hewan yang menyerupai kutu, tetapi
tidak sama dengan kutu zaman sekarang itu fosilnya ditemukan oleh
sejumlah ilmuwan di China. Temuan fosil makhluk yang dinamai Pseudopulex
jurassicus danPseudopulex magnus itu dipublikasikan lewat jurnalCurrent
Biology baru-baru ini. Fosil itu terawetkan dengan baik sehingga banyak
hal dapat terungkap tentang kehidupannya di masa Jurassic
danCretaceous.
"Serangga-serangga temuan itu jauh
lebih besar daripada kutu modern, dan dilihat dari belalai pengisapnya,
kutu masa lampau itu kemungkinan ganas," tutur George Poinar, profesor
emeritus bidang zoologi di Oregon State University, Amerika Serikat,
seperti dikutip ScienceDaily, edisi 3 Mei 2012. Poinar juga menulis
komentar terkait temuan fosil itu dalam jurnal Current Biology.
Pseudopulex jurassicus dan
Pseudopulex magnus hidup pada 165 juta tahun yang lalu. Dengan antena
panjang, hewan itu diduga mengisap darah dinosaurus.
Poinar mengatakan, badan serangga
purba itu datar dengan cakar panjang yang memungkinkannya mencengkeram
erat tubuh dinosaurus selama mereka mengisap darah hewan itu. Serangga
modern mempunyai antena yang lebih pendek dan mampu bergerak cepat di
antara bulu hewan korbannya.
Terbuka kemungkinan kutu yang
menjadi fosil itu merupakan nenek moyang dari kutu modern, tetapi dugaan
lain yang lebih kuat adalah kutu purba itu berbeda garis keturunan
dengan kutu modern. Bahkan, kemungkinan nenek moyang dari keturunan
jenis kutu yang sudah punah.
Kutu beradaptasi dengan memangsa
vertebrata berdarah panas. Sekitar 94 persen dari 2.300 jenis kutu
menyerang mamalia dan sisanya menyerang unggas. Karakteristik unik dari
kutu purba itu, membuat peneliti menduga hewan itu memangsa dinosaurus.
Kutu modern sendiri terkenal membawa
banyak masalah. Selain menyiksa anjing dan kucing, kutu membawa
penyakit, seperti bubonic plague yang membunuh 75 juta orang di dunia.